• SMA KRISTEN ANAK PANAH
  • Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan (Amsal 6 :23)

Ditugaskan Mendikbud, Ini tugas Tim Percepatan Pendidikan Papua

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah meresmikan Sekretariat Percepatan Pembangunan Pendidikan di Papua dan Papua Barat yang dilakukan di kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua, Jayapura, Papua. Mendikbud mengatakan, pembentukan tim ad hoc ini bertujuan mempercepat peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di Papua dan Papua Barat yang ditunjukkan melalui peningkatan angka partisipasi, serta mempercepat pencapaian delapan standar nasional pendidikan. Tim Percepatan Pembangunan Pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat itu bekerja berdasarkan Keputusan Mendikbud Nomor 342/P/2019 tentang Tim Percepatan Pembangunan Pendidikan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. 2 tugas utama Untuk kepemimpinannya, Mendikbud menugaskan kepada James Modouw yang menjabat Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat-Daerah Kemendikbud.

“Maka dari itu, saya tugaskan Pak James Modouw yang orang Papua asli untuk lebih banyak di sini mengoordinasi semua kegiatan di lapangan. Jangan hanya katanya, berdasarkan persepsi, tapi betul-betul lihat fakta di lapangan dan data riil. Ini satu-satunya provinsi yang langsung dikomandani pleh pejabat eselon 1 Kemendikbud,” ujar Muhadjir. Saat ditemui Kompas.com, James Modouw menuturkan, dua tugas besar harus dia lakukan yaitu melaksanakan koordinasi dan fasilitasi. Tugas itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah. "Kami melakukan pembinaan pusat dengan daerah, dan provinsi dengan kabupaten. Selama ini mereka terlepas dan tidak saling membina. Itu tugas besar sesuai PP tersebut," ucap James ketika dijumpai di Jayapura, Papua, Senin (23/9/2019). Adapun implementasi program itu melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat. Sejumlah program yang akan menjadi fokusnya yakni penyediaan sekolah satu atap berpola asrama untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah sudah membangun 34 sekolah menengah pertama (SMP) berpola asrama sesuai kondisi geografis masing-masing daerah. Program berikutnya yaitu pendidikan vokasi dan pemebinaan kurikulum kontekstual di Papua dan Papua Barat yang disusun berdasarkan muatan lokal dan sesuai bahasa daerah untuk membantu kegiatan belajar mengajar. “Fasilitasi juga terutama kurikulum kontekstual dengan menerapkan Kurikulum 2013 melalui pembelajaran yang berpusat pada anak,” ungkap James.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditugaskan Mendikbud, Ini Tugas Tim Percepatan Pendidikan Papua", https://edukasi.kompas.com/read/2019/09/25/17115951/ditugaskan-mendikbud-ini-tugas-tim-percepatan-pendidikan-papua.
Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Tulisan Lainnya
Kurikulum Pendidikan tak Sesuai Jenis Pekerjaan Baru

Beragamnya standarisasi dan sertifikasi justru akan menghambat upaya membangun SDM unggul untuk Indonesia maju. Karena itu perlu disinergikan agar jangan sampai keberadaan badan standar

24/09/2019 12:52 WIB - Administrator