Belajar dari rumah

Dimasa pandemik ini beberapa aktivitas atau kegiatan mengalami hambatan. Karena disebabkan berbagai faktor yang memegaruhi sehingga aktivitas belum dapat dioptimalkan. Covid 19 menjadi persoalan dunia dan negara yang memegaruhi perabadan dalam tatanan sosial. Pengaruh sangat terasa pada dunia pendidikan dalam menjalankan aktivitas pembelajaran. Pada dunia pendidikan dengan berbagai kebijakan strategi untuk dapat menghidupkan proses pembelajaran yang optimal.

Berdasarkan surat ederan Kepala Dinas Pendidikan Nabire nomor 421/1997/2020 tentang dispensasi libur maka berbagai kesiapan disetiap sekolah untuk dapat mengambil strategi pembelajaran dijalankan sesuai kondisi yang ada di kabupaten Nabire. SMA Kristen Anak Panah telah melakukan pembelajaran tatap muka mulai bulan Agustus 2020 berdasarkan analisis perkembangan pertimbangan fase tahapan pendidikan dibuka melalui rekomendasi tugas  pelaksana Gugus COVID Kabupaten Nabire.

Libur dispensasi yang dimaksud adalah pencegahan penyebaran virus Covid dikalangan pelajar. Maka kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan secara bijak dan terkordinasi dengan orang tua siswa. Langkah yang diambil oleh SMA Kristen Anak Panah tetap berpatokan pada buku pedoman yang telah dibuat dalam strategi dan pendekatan yang optimal sehingga biasa menjalankan proses pembelajaran dari rumah.

Persiapan yang telah dilakukan sehubungan dengan surat ederan dari Kepal Dinas Pendidikan Nabire yaitu menkonstruksikan jadwal dan teknik serta metode daring yang dapat diakses mudah oleh peserta didik. Dengan bersama tim kurikulum SMA Kristen Anak Panah dan dewan guru melakukan brainstorming melihat kerakteristik pembelajaran siswa bila belajar dalam daring dan luring. Dalam penanganan tersebut dibutuhkan energy berpikir yang lebih banyak.

Pengaturan pembelajaran di rumah telah dibuat sedemikian kondisional oleh kurikulum agar siswa efektif belajar di rumah dengan pemantau guru bidang studi, perwalian kelas dan orang tua sendiri. Beban belajar siswa dari segi waktu mereka belajar rata-rata 3-4 jam dan setelah itu mereka bisa melakukan hal-hal kegiatan di rumah atau di luar rumah. Dari segi lain mereka bisa mepergunakan waktu diluangkan hanya unsur bermalas-malasan tanpa mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.

Guru-guru melakukan pembelajaran dengan mengunakan aplikasi sederhana dan aplikasi tambahan dalam mendayagunakan peralatan konektivitas  agar terjadi interaksi pembelajaran. Aplikasi-aplikasi yang digunakan yaitu whatsup, google classroom, padlet.com, google meet, youtube, email, google drive dan internet dengan kecepatan badwitch yang cukup. Materi dibuat dengan windows office direkam sedemikin rupa sehingga menjadi materi yang menarik.

Walaupun pembelajaran dari rumah, sekolah tetap melayani siswa yang tidak memiliki gawai (gadget) dan wilayahnya tidak ada jaringan internet. Tim pengembangan kurikulum mengatur jadwal tersendiri menyedikan hardkopi materi dan penjelasan singkat tentang tugas yang akan dibuat nanti. Guru-guru tetap berada di sekolah dengan jam wajib melaksanakan tugas sambil memberikan meteri pembelajaran dalam jaringan. Apakah pemebelajaran tatap muka akan segera dibuka kembali? Sekolah menunggu surat edaran dari Dinas Pendidkan Nabire. (Mner)

Tags