Ditengah pandemi Covid-19, SMA Kristen Anak Panah tetap mengadakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk para peserta didik baru. Namun, ada yang berbeda dengan sistem kali ini. Ya, tentu saja peserta MPLS diwajibkan mengenakan masker dan Face Shield demi mengurangi resiko terpapar virus Corona.


    Beda dengan tahun biasanya jika MPLS dilaksanan selama seminggu, ditahun ini dikurangi menjadi dua hari dan dibagi menjadi 2 gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 17 Juli 2020 dan gelombang kedua pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2020. 


    Protokol kesehatan sangat ditekankan bagi para peserta, dapat dilihat dengan banyaknya tempat untuk mencuci tangan di sudut sudut koridor sekolah. Aturan berikutnya, para peserta didik yang datang ke sekolah tanpa menggunakan masker tidak diperkenankan masuk lingkungan sekolah. Selanjutnya, peserta dan para guru tidak lagi menempati aula sekolah menjadi tempat untuk menyampaikan dan menerima materi yang ada.


    Sama halnya dengan dengan para peserta yg diharuskan menaati protokol kesehatan, para guru di SMA Kristen Anak Panah juga demikian. Mulai dari kepala sekolah, Bapak Refly Jefry Umpel, S.S, M.Pd, Ketua Pantia MPLS, Ramijo Richard S.Th, hingga semua dewan guru diwajibkan menggunakan masker dan Face Shield, juga diharuskan mencuci tangan ditempat yang telah disediakan. OSIS yang hadir dalam pelaksanaan tersebut juga selalu menaati protokol kesehatan, bukan hanya demi mengurangi resiko terpapar Covid-19, tindakan tersebut sekaligus dapat menjadi contoh yang baik untuk para peserta didik baru.

-Steven Nuel