Tanggal 28 Oktober 2019, Bangsa Indonesia memperingati bersejarah. Sebuah Sumpah yang diikrarkan oleh Pemuda Indonesia 91 tahun yang lalu. Sumpah yang menyatukan Darah, Bangsa, dan Bahasa. Sumpah Pemuda.

  Banyak cara memperingati hari bersejarah ini, salah satunya yang diselenggarakan oleh Pengurus OSIS SMA KRISTEN ANAK PANAH. Ada beberapa perlombaan yang dilaksanakan, 90% adalah perlombaan permainan tradisional, bukan hanya itu, debat Bahasa Inggris & Bahasa Indonesia dilaksanakan guna meningkatkan kecerdasan dan wawasan Siswa-siswi


  Tidak lupa, sebelum seluruh kegiatan dimulai, dilakukan Upacara Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dengan Pembina Upacara, Kepala Sekolah SMA KAP, Refly Jefry Umpel, S.S, M.Pd. Beliau membacakan sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang bertema "Bersatu Kita Maju", isi kutipan sambutan adalah Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas. Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional. Itulah beberapa hal yang disampaikan dan diharapkan dapat dilakukan bagi kaum muda, khusunya Pemuda Indonesia.


  Dalam Upacara, seluruh siswa terlihat mengenakan pakaian adat dari daerah mereka masing-masing. Mulai dari pakaian khas Sumatra, Sulawesi, Jawa, Kalimantan, dan yang paling menarik hati adalah pakaian khas Papua yang dikenakan oleh seluruh siswa yang lahir dan besar di Papua. Saat itu, sekolah kami terlihat seperti peta Indonesia, bermacam macam suku berkumpul menggunakan pakaian adat mereka, mulai dari Sabang sampai Merauke. Tetapi tetap sedarah, sebangsa, dan satu Bahasa. Indonesia!


  Apakah tujuan diadakan lomba tradisonal? Seperti Enggrang, Congklak, Bekel, Bakiak, Gici-Gici, dan tali masuk. Perlombaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan kepada siswa bahwa permainan tradisional lebih memiliki makna dan nilai estetika tersendiri. Dalam melakukannya, seseorang akan diuji kesabaran dan sportifitas dari tiap-tiap pemain. Bukan hanya itu, kita juga telah berperan dalam melestarikan permainan tradisional kepada generasi milenial yang saat ini mengalami  kecanduan terhadap computer game dan permainan elektronik lainnya, yang pastinya hal ini tidak baik bagi anak terutama dapat mengganggu kesehatannya.


  Dalam setiap kegiatan, ada koordinator dan penanggung jawab yang bertugas mengawasi jalannya tiap-tiap lomba, termasuk Ketua OSIS Ardyansah Syukri dan anggota-anggotanya. Dikepalai oleh Pembina OSIS, Irwanti Pamulung, S.Pd & Kesiswaan, Yusrianus Yusak, S.Miss. Antusiasme yang sangat tinggi ditunjukkan oleh para Siswa. Perlombaan ini diikuti tiap-tiap kelas, mulai dari kelas X hingga kelas XII. Meskipun hadiahnya tidak seberapa, yang penting bagi kami adalah keharmonisan dan rasa cinta tanah air telah menyala-nyala dalam diri masing-masing. Dari semua kegiatan yang telah dilakukan, dapat diambil satu pelajaran. Bahwa, kita sebagai generasi muda yang menjadi masa depan bangsa terus menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Juga melakukan hal-hal positif yang dapat membangun negeri ini. Bersatu Kita Maju! Yang Muda Berkarya! Salam Pemuda!

                                        -Steven Imanuel

Tags